| Rajab Menyapa, Menanti Ramadhan |
|
|
| ditulis oleh Pengurus | |
| 28/06/2009 | |
“Allahumma baariklanaa fii rajaba wasya’bana waballighnaa ramadhana. Yaa Allah berkahi kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan panjangkan umur kami untuk berjumpa bulan Ramadhan.”Bulan Syaban, telah menyapa kita, pertanda bahwa Ramadhan, bulan suci nan mulia sebentar lagi akan datang ke hadapan kita. Bulan Ramadhan, bulan turunnya Al-Quran, bulan datangnya malam yang lebih baik dari seribu bulan, Lailatul Qadr, setiap muslim pasti menantinya, dan senantiasa berdoa untuk pertemuan dengannya setiap tahun. Ramadhan, bulan penuh rahmat dan maghfirah dari Allah, pintu surga terbuka seluas-luasnya, pintu neraka ditutup, dan syaitan-syaitan akan dibelenggu. Kesempatan untuk kita, manusia, hamba Allah yang lemah, dan penuh dengan dosa dan noda, untuk kembali memohon ampunanNya, menyucikan diri dan jiwa. Ramadhan, ibarat sebuah oase di tengah kehidupan kita, yang memberi kesejukkan pada jiwa-jiwa kita. Di bulan Ramadhan, amalan dan ibadah sunah, akan mendapatkan balasan seperti amalan wajib, dan amalan wajib akan mendapatkan balasan berkali-kali lipat. Akankah kita membiarkan bulan Ramadhan akan lewat begitu saja, tanpa bekas apa-apa. Apakah kita akan membiarkan oase yang begitu menyegarkan untuk lewat begitu saja. Marilah, kita persiapkan Ramadhan, layaknya kita akan menghadapi perlombaan olahraga. Kita siapkan, dan latih jiwa dan raga untuk menghadapinya. Karena, kalau kita malas berlatih, dan mempersiapkan pemanasannya, maka kita bias cedera, dan sulit untuk memnangkan perlombaan ini. Kita buka lagi buku-buku tentang persiapan Ramadhan, mari kita dengarkan ceramah-ceramah ataupun tulisan di internet tentang menyambut Ramadhan. Dan jangan lupa untuk senantiasa berdoa, agar Allah memanjangkan umur kita supaya mengantarkan kita untuk bertemu dengan bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan mengunjungi kita. |