Beranda arrow Teknologi arrow Perkembangan Baterai Dunia
semi color panas color gugur color dingin color
 
 
Perkembangan Baterai Dunia Print E-mail
30/01/2009

Di dalam kondisi perekonomian dunia yang sedang terpuruk, justru di saat inilah perkembangan teknologi energi sedang berada di peperangan inti. Bahkan, bisa dibilang tahun 2009 akan menjadi medan utama peperangan antar perusahaan besar.


Di pameran automotif di Jepang dengan tema ramah lingkungan, muncul berbagai jenis mobil dengan berbagai ukuran. Dari mobil untuk 2 orang, hingga 5 orang pun bermunculan. Semoga mencoba mengembangkan teknologi energi dari pemanfaatan bensin, menjadi pemanfaatan listrik. まさに、ガソリン時代から電気の時代へ

Dari beberapa kendaraan yang muncul, diantaranya ada 2 mobil yang menarik perhatian. Pertama dari kerjasama antara GS Yuasa (GSユアサ) dengan Mitsubishi (三菱自動車). Dengan nama iMiEV (アイミーブ), menggunakan Litium-Ion Battery, dengan massa 1.7 kg dan volume 0.77 litre, mampu melaju hingga 160 km dalam 1x pengisian. Nantinya pengisian bisa dilakukan di kombini2 yang tersedia di mana-mana. Untuk saat ini, kerjasama baru dibangun dengan Lawson. Rencananya, musim panas tahun 2009 ini iMiEV akan diproduksi sebanyak 2000 buah.


Litium-Ion Battery merupakan produk andalan GS Yuasa. Dengan kode produk LEV50, berkapasitas 3.7V-50Ah, jauh lebih kecil dan ringan dibandingkan dengan aki pendahulunya,

鉛電池 8.5 kg, 3 liter. Butuh investasi besar yang penuh dengan taruhan untuk bisa membuatnya.


Baterai ini diproduksi di pabrik LEJ滋賀事業所. Terletak di 滋賀県草津市, pabrik ini menjadi pabrik pertama di dunia yang memproduksi baterai untuk mobil listrik. 世界初の電気自動車用電池の量産工場である。


Mobil kedua, yaitu produksi dari China, dengan brand BYD. Mobil berpenumpang 5 orang ini diklaim mampu berjalan sejauh 400 km dalam 1x charge. Sangat disayangkan informasi tentang mobil dan perusahaan ini masih terbatas.


Menurut informasi, GS Yuasa selain menggandeng Mitsubishi, juga telah menggandeng Honda (ホンダ). Begitu juga perusahaan baterai Panasonic (パナソニック) juga bekerjasama dengan Toyota (トヨタ), NEC dengan Nissan(日産), serta LG dari Korea dengan GM dari Amerika.


Berbagai kerjasama perusahaan inilah para peserta dalam pertarungan baterai di dunia. Untuk sementara, pemenangnya masih GS-Yuasa dengan Mitsubishi dan Honda. Namun, pemenang akhir masih bisa berubah. Karena inilah teknologi, begitu cepat perubahan terjadi.


Entah kapan Indonesia bisa menjadi peserta dalam salah satu peperangan ini. Sudah bosan rasanya harus puas sebagai penonton peperangan. I believe one day, the time will come.