Di dalam kondisi perekonomian dunia yang sedang terpuruk, justru di
saat inilah perkembangan teknologi energi sedang berada di peperangan
inti. Bahkan, bisa dibilang tahun 2009 akan menjadi medan utama
peperangan antar perusahaan besar.
Di pameran automotif di
Jepang dengan tema ramah lingkungan, muncul berbagai jenis mobil dengan
berbagai ukuran. Dari mobil untuk 2 orang, hingga 5 orang pun
bermunculan. Semoga mencoba mengembangkan teknologi energi dari
pemanfaatan bensin, menjadi pemanfaatan listrik. まさに、ガソリン時代から電気の時代へ
Dari beberapa kendaraan yang muncul, diantaranya ada 2 mobil yang
menarik perhatian. Pertama dari kerjasama antara GS Yuasa
(GSユアサ) dengan Mitsubishi (三菱自動車). Dengan nama iMiEV (アイミーブ),
menggunakan Litium-Ion Battery, dengan massa 1.7 kg dan volume 0.77
litre, mampu melaju hingga 160 km dalam 1x pengisian. Nantinya
pengisian bisa dilakukan di kombini2 yang tersedia di mana-mana. Untuk
saat ini, kerjasama baru dibangun dengan Lawson. Rencananya, musim
panas tahun 2009 ini iMiEV akan diproduksi sebanyak 2000 buah.
Litium-Ion
Battery merupakan produk andalan GS Yuasa. Dengan kode produk LEV50,
berkapasitas 3.7V-50Ah, jauh lebih kecil dan ringan dibandingkan dengan
aki pendahulunya,
鉛電池 8.5 kg, 3 liter. Butuh investasi besar yang penuh dengan taruhan untuk bisa membuatnya.
Baterai
ini diproduksi di pabrik LEJ滋賀事業所. Terletak di 滋賀県草津市, pabrik ini
menjadi pabrik pertama di dunia yang memproduksi baterai untuk mobil
listrik. 世界初の電気自動車用電池の量産工場である。
Mobil kedua, yaitu produksi
dari China, dengan brand BYD. Mobil berpenumpang 5 orang ini diklaim
mampu berjalan sejauh 400 km dalam 1x charge. Sangat disayangkan
informasi tentang mobil dan perusahaan ini masih terbatas.
Menurut
informasi, GS Yuasa selain menggandeng Mitsubishi, juga telah
menggandeng Honda (ホンダ). Begitu juga perusahaan baterai Panasonic
(パナソニック) juga bekerjasama dengan Toyota (トヨタ), NEC dengan Nissan(日産),
serta LG dari Korea dengan GM dari Amerika.
Berbagai kerjasama
perusahaan inilah para peserta dalam pertarungan baterai di dunia.
Untuk sementara, pemenangnya masih GS-Yuasa dengan Mitsubishi dan
Honda. Namun, pemenang akhir masih bisa berubah. Karena inilah
teknologi, begitu cepat perubahan terjadi.
Entah kapan
Indonesia bisa menjadi peserta dalam salah satu peperangan ini. Sudah
bosan rasanya harus puas sebagai penonton peperangan. I believe one
day, the time will come.