The University of Electro-Communications, Dept. of Electronic Engineering
ditulis oleh Fatahuddin
12/09/2008
Profil
Singkat
Nama ; Fatahuddin
Angkatan : D3 Monbusho 2005
Sekolah : Dept. of Electrical Engineering, KushiroNationalCollege
of Technology
(釧路高専、電気工学科)
Nama
Universitas dan Jurusan yang diterima
The University of Electro-Communications
(UEC), Faculty of Electro-Communications, Dept. of Electronic Engineering
電気通信大学、電気通信学部、電子工学科
Hal
yang diiujikan
Senmon
Kamoku : 電磁気学、電子工学、電子回路 など (口頭試問)
Cara
belajar untuk Senmon Kamoku
Ingat-ingat
pelajaran selama di kosen.
Rekomendasi
untuk buku bacaan
Semua
buku-buku senmon di kosen.
Wawancara
(Test Wawancara)
Transfer S1 @ Electronic Engineering (EE)
UEC (推薦)
Biar lebih gampang nulisnya, saya ceritakan
aja nagare nya ya, mulai dari awal.
1) Sebelum Wawancara.
Tanggal 10 Juni pagi kita kumpul di UEC.
Setelah semua peserta lengkap, peserta menuju ke tempat ujian sesuai jurusan
masing-masing. Saat itu, untuk EE, pesertanya ada 20 orang (18 orang untuk
kelas siang. 2 orang untuk kelas malam). Setelah tiba di gedung tempat ujian,
semua peserta berkumpul di ruang tunggu. Waktu itu untuk EE ada 2 ruang ujian,
untuk nomor ujian 1-10 di ruang ujian pertama, 11-20 di ruang ujian yang kedua.
Sekitar 15 menit kemudian, wawancara dimulai. Nomor ujian 1 dan 11 dipanggil
untuk menuju ke ruang wawancara. Karena nomor ujian saya nomor 4, dan waktu
wawancara untuk 1 orang sekitar 10 menit, saya menunggu di ruang tunggu sekitar
45 menit. Setelah giliran saya tiba, saya dipanggil menuju ke ruang ujian. Oh
iya, setelah wawancara, kita tidak diperbolehkan kembali ke ruangan tunggu ini.
2) Wawancara
Sebelum masuk, seperti biasa, ketuk pintu
dan aisatsu. Setelah masuk, disuruh duduk dan menyebutkan nama dan nomor ujian.
Setelah menyebutkan nama dan nomor ujian, tanpa basa-basi pewawancaranya
langsung menanyakan shibou douki. Oh iya, waktu itu ada 3 orang (2 orang yang
bertanya, 1 orang kemungkinan semacam sekretaris). Waktu itu saya jawabnya, setelah
tinggal 3 tahun di jepang, saya semakin tertarik dengan teknologi, dan untuk
belajar teknologi, khususnya saisentan gijutsu, saya memutuskan untuk shingaku
ke UEC yang di dalamnya bisa belajar saisentan gijutsu ini. Karena dirasa masih
belum jelas, mensetsukannya kemudian memperjelas pertanyaannya, kenapa memilih
UEC padahal di Tokyo
masih banyak universitas-universitas lain. Saya menjawab, seperti yang saya
kemukakan tadi, saya ingin belajar teknologi. Selain itu, alumni-alumni juga
memiliki track record yang bagus. Saat menyampaikan ini, mensetsukan bertanya,
sebanyak itu ya alumni kushiro
kosen yang masuk di UEC. Saya menjawab, maksud saya alumni UEC yang telah lulus
dari UEC. Saat ditanya tahu dari mana, saya menjawab di UEC banyak
senpai-senpai orang Indonesia,
sehingga saya bisa tahu. Selanjutnya, saya ditanya, teknologi yang bagaimana
yang diminati. Setelah menjawab ini, saya ditanya apakah itu memang sangat
berguna di Indonesia.
Saya menjawab salah satu alasan dengan menjelaskan keadaan Indonesia saat ini, dan
mengaitkannya dengan bidang yang saya sebutkan itu. Setelah itu, saya ditanya
lagi, karena yang saya sebutkan itu salah satu alasannya, berarti masih ada
alasan lain. Saya menjawab alasan lain lagi, yang saat itu dalam pikiran saya,
lebih baik masih mengaitkannya dengan keadaan Indonesia sekarang. Pertanyaan-pertanyaan
selanjutnya masih berkaitan dengan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan
sebelumnya. Waktu ditanya apa memang UEC cocok dengan bidang yang diminati,
saya menjawab saya telah melihat homepage UEC, dan di homepage itu saya melihat
ada kenkyuushitsu yang menurut saya sesuai dengan bidang yang saya minati. Saat
itu saya sebutkan nama senseinya.Pertanyaan lain yang ditanyakan adalah tentang
tugas akhir. Yang saya syukuri adalah, Alhamdulillah saat itu bisa mengaitkan
tugas akhir yang akan dibuat dengan jawaban-jawaban saya sebelumnya, yang
berkaitan dengan shibou douki. Pertanyaan lain adalah kamoku yang disukai dan
tidak disukai. Sekali lagi, Alhamdulillah bisa mengaitkan kamoku yang disukai
dengan jawaban-jawaban sebelumnya. Untuk kamoku yang tidak disukai, waktu itu
saya jawab seibutsu (di kushiro
kosen sempat belajar seibutsu gaku saat tingkat 3). Saya mengatakan banyak
kanji-kanji yang tidak diketahui. Setelah pertanyaan-pertanyaan tentang
akademik dan shibou douki selesai, mensetsukannya bertanya tentang keadaan
keuangan kalau masuk di UEC. Apakah mempunyai persiapan keuangan untuk bisa
hidup di Tokyo.
Saya jawab, kalau memang tidak bisa mendapatkan perpanjangan beasiswa monbusho,
akan menabung dan mencari baito setelah kuliah nanti. Saat itu, mensetsukannya
mengatakan kalau anda memperoleh sekitar 130 ribu yen kan. Ketika saya jawab, sekarang sudah
turun, mensetsukannya sempat tertawa mendengarnya ^_^. Selanjutnya saya ditanya
tentang Kushiro, kebetulan waktu itu salah
seorang mensetsukannya pernah ditinggal lama di Hokkaido. Pertanyaan terakhir waktu itu
tentang senmon kamoku. Waktu itu, diberi pertanyaan yang tidak begitu sulit
(ada beberapa peserta yang disuruh menjelaskan hukum Maxwell, Oscillating
Circuit, dll), disuruh menjelaskan tentang hokum Coulomb di whiteboard di depan
mensetsukan. Setelah menjelaskan hukum Coulomb ini, wawancara hari itu
berakhir. Saya dipersilakan meninggalkan ruangan.
Pesan
ke Kohai
Demikian pengalaman sewaktu mensetsu,
semoga bisa bermanfaat, amin. Kalau ada yang mau ditanya langsung, jangan
sungka-sungkan bertanya ya
Sedapat mungkin tetap percaya diri selama
proses wawancara, tetap konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya. Tetaplah
berusaha dan berdoa, selanjutnya tinggal bertawakkal kepada Allah.