Allah SWT berfirman: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada dibulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak mengendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."( Q.s. Al-baqarah: 185)
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda: Allah berfirman, "Setiap amal anak Adam itu untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Puasa itu perisai. Apabila salah seoarang diantara kalian berpuasa pada suatu hari, maka janganlah berkata keji dan jangan berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci makinya atau menyerannya maka hendaklah ia mengatakan, "Sesugguhnya saya sedang berpuasa". Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh bau mulutnya orang yang berpuasa itu di sisi Allah lebih harum dari pada bau kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang dirasakannya, yaitu apabila ia berbuka, bergembira karena bukanya, dan apabila ia bertemu Tuhannya, bergembira karena puasanya". ( HR Bukhari)
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Puasa menjelang....
Bulan nan agung bertabur rahmat dan hidayah kan datang menanti mereka yang terusik untuk meraih kemenangan menggapai sebuah keimanan yang nyata
Keluarga Besar PMIJ mengucapkan:
Marhaban Yaa Ramadhan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1430 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin
"Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari sebelumnya"
Ramadhan Mubarak
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Kabar dari Muslim Uighur
ditulis oleh Pengurus
09/07/2009
“ Seorang
mukmin terhadap mukmin lainnya seumpama bangunan saling mengokohkan satu dengan
yang lain.” (Kemudian Rasulullah Saw merapatkan jari-jari tangan beliau).
(Mutafaq'alaih)
Suku Uighur, merupakan suku kuno keturunan
suku Huihe yang tersebar di asia Tengah. Suku Uighur merupakan penduduk dari
daerah otonomi Xinjiang, yang berada di bagian sebelah barat Cina. Penduduk
Uighur ini mempunyai wajah yang berbeda dengan orang-orang asli Cina, wajah
mereka lebih mirip dengan orang-orang Turki, mereka pun bertutur dalam bahasa
Uighur, yang merupakan salah satu anak cabang dari bahasa Turki.
Karena perbedaan dari segi suku, budaya,
bahasa, dan agama, suku Uighur ini seringkali mendapatkan diskriminasi dan
penindasan. Di salah satu stasiun televise Jepang, seorang laki-laki Uighur
yang sekarang berdomisili di Jepang bertutur bagaimana mereka mendapatkan
diskriminasi baik dari segi kebebasan beragama, kehidupan sehar-hari, hingga
kesempatan mendapatkan pekerjaan.
“Allahumma baariklanaa fii rajaba wasya’bana waballighnaa ramadhana. Yaa Allah berkahi kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan panjangkan umur kami untuk berjumpa bulan Ramadhan.”
Bulan Syaban, telah menyapa kita, pertanda bahwa Ramadhan, bulan suci nan mulia sebentar lagi akan datang ke hadapan kita. Bulan Ramadhan, bulan turunnya Al-Quran, bulan datangnya malam yang lebih baik dari seribu bulan, Lailatul Qadr, setiap muslim pasti menantinya, dan senantiasa berdoa untuk pertemuan dengannya setiap tahun.
Kepada nama-Mu...
Ku ceritakan sedihku
Ku ceritakan sesalku
Ku ceritakan marahku
Kepada nama-Mu...
Ku sampaikan gembiraku
Ku sampaikan bahagiaku
Ku sampaikan haruku
Ku sampaikan senyumku
Kepada nama-Mu...
Ku akui salahku
Ku akui kekeliruanku
Ku akui dustaku
Ku akui benciku
Kepada nama-Mu...
Di kaki langitmu
Ku letakkan sepucuk surat
Ku mohon, ambillah...
Ku mohon, cepatlah baca...
Karena surat ini hanya ku tulis kepada nama-Mu.
ATHIFA
ditulis oleh Apriani
23/05/2009
Malam yang indah ini ku habiskan sendiri. Aku menatap keluar jendela. Bintang yang begitu indah menambah indahnya malam. Ku kenang masa-masa remaja ku. bahagia dan kesedihan. Itu yang ku rasakan dimasa-masa remaja ku. Ku teringat sewaktu aku dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sewaktu liburan akhir semester, aku dan teman sekelas ku mengadakan liburan ke Pasir Panjang. Disana kami menghabiskan hari kami bersama-sama. Aku melihat teman ku yang bernama Athifa duduk sendiri ditepi pantai. Aku mendekatinya.
"Kok disini Thif, gak gabung sama teman-teman,"
Assalamu'alaikum.wr.wb...
Apa kabar, Huda? Mudah - mudahan selalu sehat wal 'afiat dan selalu dinaungi
rahmat Allah swt. amin...
Alhamdulillah, kami di sana baik - baik aja. Masih ingat gak sama kami? Kami
semua kangen banget loh sama kamu.
Gak terasa, ya... Udah satu tahun kita gak ketemu. Gak ngumpul bareng. Kalo
nanti ketemu, pasti ada yang beda. Bakal ada yang berubah. Tapi, yang penting
kita nemuin jati diri kita. Siapa sebenarnya kita ini.
Coba kalau waktu bisa di putar. Pengen banget mengulang kebersamaan kita dulu
dan menghentikan waktu supaya gak ada yang berlalu. Itulah hidup, gak ada yang
abadi kecuali Allah. Masih ingat gak kata - kata kamu dulu waktu kita masih
duduk di bangku SMA kelas 2? Waktu itu kita lagi asyik - asyiknya nonton. Sampe
hampir semua bioskop kita datengin. Habis itu kamu bilang seperti ini :
Minggu sore di depan toko buku yang terletak di perempatan jalan. Sepi. Toko itu hampir tutup. Hanya buka sampai pukul 5 sore. Rei berdiri di depan toko itu. Menunggu pengunjung terakhir toko itu keluar. Tak ama kemudian, yang ditunggu pun keluar dari toko bersamaan dengan tutupnya toko buku itu. Orang itu meihat Rei. Rei tersenyum. Lalu berjalan mendekati orang itu.
"Selamat sore." sapanya sambi menundukkan kepala
"Selamat sore." balas orang itu.
Dahinya tampak sedikit berkerut. Dia tidak mengenal Rei.
"Kakak adalah Fais 'kan? Wartawan surat kabar KOTA KITA?" tanay Rei memastikan kalau orang itu adalah Fais, wartawan terbaik salah satu media massa cetak di kotanya.
Yang ditanya menganggukkan kepaa. Itu artinya Rei tdak saah orang.
"Saya Rei." lanjutnya dengan wajah berseri-seri. Fais hanya tersenyum.
"Rei!Yuk!" seseorang berteriak memanggil Rei sambi melambaikan tangannya. Rei menoleh ke arah datangnya suara yang memanggilnya.
"Maaf, saya harus pergi." ujar Rei, kemudia berlari meninggalkan Fais. Fais mengekori langkah Rei dengan pandangan matanya. Terbesit tanya dan rasa penasaran di hatinya tentang Rei.
"Rei?" Fais menyebut nama Rei dengan tanda tanya. Ia mencoba mengingat - ingat. Mungkin ia pernah bertemu dengan Rei. Tapi kapan? Dimana? Ah... Fais melanjutkan langkahnya menuju tempat parkir sepeda motornya. Baru saja ia hendak mengenakan helm, ponsel di saku bajunya berbunyi. Ada sms masuk. Fais mengambil ponselnya. Dibacanya sms yang baru masuk. "Fais, sore ini aku tunggu di kafe biasa. Adahal penting."
Itu sms dari Tio, rekannya sesama wartawan. Fais memasukkan kembali ponsel ke dalam saku bajunya. Lalu menuju tempat yang disebutkan dalam sms dari Tio tadi.