Beranda arrow Kumpulan Artikel
semi color panas color gugur color dingin color
 
 
Kumpulan Artikel
Ramadhan Mubarak Print E-mail
21/08/2009

Allah SWT berfirman: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada dibulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak mengendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."( Q.s. Al-baqarah: 185)

 Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda: Allah berfirman, "Setiap amal anak Adam itu untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Puasa itu perisai. Apabila salah seoarang diantara kalian berpuasa pada suatu hari, maka janganlah berkata keji dan jangan berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci makinya atau menyerannya maka hendaklah ia mengatakan, "Sesugguhnya saya sedang berpuasa". Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh bau mulutnya orang yang berpuasa itu di sisi Allah lebih harum dari pada bau kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang dirasakannya, yaitu apabila ia berbuka, bergembira karena bukanya, dan apabila ia bertemu Tuhannya, bergembira karena puasanya". ( HR Bukhari)

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Puasa menjelang....
Bulan nan agung bertabur rahmat dan hidayah kan datang menanti mereka yang terusik untuk meraih kemenangan menggapai sebuah keimanan yang nyata

Keluarga Besar PMIJ mengucapkan:

Marhaban Yaa Ramadhan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1430 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

"Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari sebelumnya"

Ramadhan Mubarak

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

 
Kabar dari Muslim Uighur Print E-mail
ditulis oleh Pengurus   
09/07/2009

“ Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seumpama bangunan saling mengokohkan satu dengan yang lain.” (Kemudian Rasulullah Saw merapatkan jari-jari tangan beliau). (Mutafaq'alaih)

 

Suku Uighur, merupakan suku kuno keturunan suku Huihe yang tersebar di asia Tengah. Suku Uighur merupakan penduduk dari daerah otonomi Xinjiang, yang berada di bagian sebelah barat Cina. Penduduk Uighur ini mempunyai wajah yang berbeda dengan orang-orang asli Cina, wajah mereka lebih mirip dengan orang-orang Turki, mereka pun bertutur dalam bahasa Uighur, yang merupakan salah satu anak cabang dari bahasa Turki.

 

Karena perbedaan dari segi suku, budaya, bahasa, dan agama, suku Uighur ini seringkali mendapatkan diskriminasi dan penindasan. Di salah satu stasiun televise Jepang, seorang laki-laki Uighur yang sekarang berdomisili di Jepang bertutur bagaimana mereka mendapatkan diskriminasi baik dari segi kebebasan beragama, kehidupan sehar-hari, hingga kesempatan mendapatkan pekerjaan. 

selengkapnya...
 
Rajab Menyapa, Menanti Ramadhan Print E-mail
ditulis oleh Pengurus   
28/06/2009
ramadhan“Allahumma baariklanaa fii rajaba wasya’bana waballighnaa ramadhana. Yaa Allah berkahi kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan panjangkan umur kami untuk berjumpa bulan Ramadhan.”

Bulan Syaban, telah menyapa kita, pertanda bahwa Ramadhan, bulan suci nan mulia sebentar lagi akan datang ke hadapan kita. Bulan Ramadhan, bulan turunnya Al-Quran, bulan datangnya malam yang lebih baik dari seribu bulan, Lailatul Qadr, setiap muslim pasti menantinya, dan senantiasa berdoa untuk pertemuan dengannya setiap tahun.

selengkapnya...
 
Kepada Nama-Mu Print E-mail
ditulis oleh Astrini   
28/05/2009
Kepada nama-Mu...
Ku ceritakan sedihku
Ku ceritakan sesalku
Ku ceritakan marahku

Kepada nama-Mu...
Ku sampaikan gembiraku
Ku sampaikan bahagiaku
Ku sampaikan haruku
Ku sampaikan senyumku

Kepada nama-Mu...
Ku akui salahku
Ku akui kekeliruanku
Ku akui dustaku
Ku akui benciku

Kepada nama-Mu...
Di kaki langitmu
Ku letakkan sepucuk surat
Ku mohon, ambillah...
Ku mohon, cepatlah baca...
Karena surat ini hanya ku tulis kepada nama-Mu.
 
ATHIFA Print E-mail
ditulis oleh Apriani   
23/05/2009
Malam yang indah ini ku habiskan sendiri. Aku menatap keluar jendela. Bintang yang begitu indah menambah indahnya malam. Ku kenang masa-masa remaja ku. bahagia dan kesedihan. Itu yang ku rasakan dimasa-masa remaja ku. Ku teringat sewaktu aku dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sewaktu liburan akhir semester, aku dan teman sekelas ku mengadakan liburan ke Pasir Panjang. Disana kami menghabiskan hari kami bersama-sama. Aku melihat teman ku yang bernama Athifa duduk sendiri ditepi pantai. Aku mendekatinya.
"Kok disini Thif, gak gabung sama teman-teman,"
selengkapnya...
 
Doa dalam surat Print E-mail
ditulis oleh Astrini   
01/05/2009
Assalamu'alaikum.wr.wb...
Apa kabar, Huda? Mudah - mudahan selalu sehat wal 'afiat dan selalu dinaungi rahmat Allah swt. amin...
Alhamdulillah, kami di sana baik - baik aja. Masih ingat gak sama kami? Kami semua kangen banget loh sama kamu.
Gak terasa, ya... Udah satu tahun kita gak ketemu. Gak ngumpul bareng. Kalo nanti ketemu, pasti ada yang beda. Bakal ada yang berubah. Tapi, yang penting kita nemuin jati diri kita. Siapa sebenarnya kita ini.
Coba kalau waktu bisa di putar. Pengen banget mengulang kebersamaan kita dulu dan menghentikan waktu supaya gak ada yang berlalu. Itulah hidup, gak ada yang abadi kecuali Allah. Masih ingat gak kata - kata kamu dulu waktu kita masih duduk di bangku SMA kelas 2? Waktu itu kita lagi asyik - asyiknya nonton. Sampe hampir semua bioskop kita datengin. Habis itu kamu bilang seperti ini :

selengkapnya...
 
Kompas Print E-mail
ditulis oleh Astrini   
25/04/2009

 

Minggu sore di depan toko buku yang terletak di perempatan jalan. Sepi. Toko itu hampir tutup. Hanya buka sampai pukul 5 sore. Rei berdiri di depan toko itu. Menunggu pengunjung terakhir toko itu keluar. Tak ama kemudian, yang ditunggu pun keluar dari toko bersamaan dengan tutupnya toko buku itu. Orang itu meihat Rei. Rei tersenyum. Lalu berjalan mendekati orang itu.
"Selamat sore." sapanya sambi menundukkan kepala
"Selamat sore." balas orang itu.
Dahinya tampak sedikit berkerut. Dia tidak mengenal Rei.
"Kakak adalah Fais 'kan? Wartawan surat kabar KOTA KITA?" tanay Rei memastikan kalau orang itu adalah Fais, wartawan terbaik salah satu media massa cetak di kotanya.
Yang ditanya menganggukkan kepaa. Itu artinya Rei tdak saah orang.
"Saya Rei." lanjutnya dengan wajah berseri-seri. Fais hanya tersenyum.
"Rei!Yuk!" seseorang berteriak memanggil Rei sambi melambaikan tangannya. Rei menoleh ke arah datangnya suara yang memanggilnya.
"Maaf, saya harus pergi." ujar Rei, kemudia berlari meninggalkan Fais. Fais mengekori langkah Rei dengan pandangan matanya. Terbesit tanya dan rasa penasaran di hatinya tentang Rei.
"Rei?" Fais menyebut nama Rei dengan tanda tanya. Ia mencoba mengingat - ingat. Mungkin ia pernah bertemu dengan Rei. Tapi kapan? Dimana? Ah... Fais melanjutkan langkahnya menuju tempat parkir sepeda motornya. Baru saja ia hendak mengenakan helm, ponsel di saku bajunya berbunyi. Ada sms masuk. Fais mengambil ponselnya. Dibacanya sms yang baru masuk.
"Fais, sore ini aku tunggu di kafe biasa. Ada hal penting."
Itu sms dari Tio, rekannya sesama wartawan. Fais memasukkan kembali ponsel ke dalam saku bajunya. Lalu menuju tempat yang disebutkan dalam sms dari Tio tadi.

selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 11 dari 42